21

Gra Putri Agung Suniwati, Ditinggal Ayah dan Membocorkan Informasi

Seorang putri dari pasangan Mangkunegara IX dan Sukmawati Soekarnoputri ini ternyata memiliki nama kecil yang imut sekaligus nampak tradisional.

Menur, begitulah sebutan kesayangan diantara orang-orang terdekatnya. Memiliki nama kepanjangan Gra Putri Agung Suniwati, sosok cantik dan idaman para pria ini jarang terdengar di media namun masih begitu akrab dengan para netizen.

Selepas sepeninggalan ayahnya pada hari Jumat 13 Agustus lalu, Menur sempat menjadi sorotan publik.

Sebelumnya Menur hampir-hampir tak bisa mengikuti prosesi pemakaman sang ayah, namun berkat dorongan dari teman-teman terdekatnya, akhirnya Menur berhasil sampai di Solo jam setengah 7 dengan keadaan yang masih diburu-buru.

Sesampainya di acara pemakaman, Menur kemudian disorot banyak orang yang tengah menantinya.

Membocorkan Nama Penerus

Tahta sang ayah tentunya harus diteruskan oleh anak laki-lakinya sebagai bagian dari sistem adat yang sudah terjadi secara turun temurun.

Almarhum Mangkunegara IX dikaruniai oleh 2 orang putra yakni GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Publik kemudian menduga-duga dari kedua nama tersebut, siapakah yang akan meneruskan kursi tahta sang ayah?

Masing-masing keduanya memang memiliki kelebihan dan kepiawaian dalam bidang tertentu, namun sosok yang paling banyak tersorot oleh media adalah Paundra.

Pasalnya, Paundra telah tampil beberapa kali di layar kaca sebagai bintang sinetron, bintang iklan, dan penyanyi Indonesia. Pernah juga menjabat sebagai anggota DPR yang diusung oleh partai tempat dimana ia bernaung, yakni PDI-P.

Dengan melihat rekam jejaknya tersebut, publik pun tentunya sudah bisa menebak siapa yang akan meneruskan sang ayah nantinya.

Dan ternyata, sang adik Menur juga akhirnya angkat bicara dan membocorkan informasi berharga tersebut.

“Ya, Paundra”, ujarnya.

Dua kata yang membuat publik merasa puas atas jawaban yang tengah mereka cari-cari dan tebak-tebakan selama ini.

Singkatan GRA Pada Namanya

Seperti halnya sang kakak yang memiliki gelar GPH yang berarti Gusti Pangeran Haryo, GRA sendiri hanya diberikan kepada wanita dengan kepanjangan Gusti Raden Ayu.

Keduanya merupakan sebuah gelar kebangsawanan yang masih berakar kuat di Indonesia, dan tentunya akan terus hadir secara turun temurun.

Negara sendiri mengakuinya dengan bukti adanya sebuah Daerah Istimewa yang tersemat di Aceh dan Yogyakarta.